Minggu, 24 Maret 2019

IDEALISME DAN PENDIDIKAN

by :
Prafira Laili Zahra


NB: 
Apabila anda mengutip tulisan dari Blog ini, harap mencantumkan link yang akurat untuk menghindari plagiarisme! Terimakasih. 




    Idealisme bertolak pada pemikiran manusia yang abadi (idea) menjadi realitas pada umumnya. Sesuatu yang empiris merupakan turunan dari ide tersebut. Salah satu tokoh idealisme yaitu Plato, spekulasi dalam dirinya sendiri membahas mengenai virtue atau keabadian. Ia menggunakan idea sebagai dasar pondasi budaya maupun pendidikan. Pendidikan terbentuk dari gagasan melalui sebuah proses idealis yang ada dalam diri anak, sedangkan guru hanya disebut sebagai model moral dan budaya yang berasal dari idealisme filosofis. Dalam hal ini, guru adalah terpelajar dan murid mempelajari kebijaksanaan. Cara pandang Plato terhadap pendidikan sama seperti sistem yang dibawakan oleh gurunya Sokrates ketika pengajarannya dilakukan melalui jalan dialog, sehingga murid menstimulasi ide dengan mengajukan pertanyaan.  Hubungan erat antara guru dengan murid, dirancang untuk menghasilkan karakter murid sebagai pengatur kehidupan pemainnya.

Pendidikan merupakan misi untuk menumbuhkan pengetahuan dalam diri manusia melalui jalan pikiran dan kesadaran untuk menghasilkan kebenaran universal. Epistemologi Plato didasarkan pada ingatan sebagai sebuah kebenaran. Ingatan menghasilkan ide yang kemudian secara sadar diturunkan dalam kenyataan. Pendidikan ideal digunakan sebagai kebajikan dan kebenaran warganya. Untuk mengetahui dan menginterpretasikan pikiran orang lain diperlukan idealisme, maka dari itu terbentuklah sistem politik dimana penguasa harus memiliki intelektual yang tinggi.

Kaum idealis memberikan konsep dunia pikiran maupun makrokosmos. Pikiran universal terjadi dari adanya substansi dan proses berdasarkan individu, pikiran dan entitas yang dihasilkan. Pemikiran manusia mutlak sebagai pemikiran eksternal mirokosmik. Walaupun pemikiran manusia terbatas, namun pikiran bersatu dengan ide mutlak. Keseluruhan pikiran yang keseluruhannya digabungkan mendasar pada logika, setiap proposisi terkait proposisi yang lebih utuh.

Prinsip edukasi idealis bertujuan supaya pendidikan dapat merangsang murid untuk mencapai identifikasi penting mutlak meluas. Proses bertahap melalui kesadaran mental digunakan untuk mendapatkan pemahaman perspektif yang komprehensif. Belajar merupakan proses mengingat dengan ide, sehingga masyarakat merangkum ide dalam sistem bagian tertentu (kurikulum) yang mengandung konsep keterkaitan satu dengan lainnya melalui simbol. Simbol merujuk pada konsep, pokok bahasan terkumpul menjadi sintesis yang lebih besar dan mewakili tiap objek tertentu.

Pendidikan idealis memiliki tujuan dalam proses belajar mengajar membantu siswa menggunakan potensinya dan intuisi sosial melalui sekolah diharapkan dapat membentuk siswa menjadi karakter bijaksana. Sekolah sebagai lembaga yang berperan melihat kemajuan sejarah sebagai evolusi peradaban. Pembelajaran di sekolah bersifat kumulatif dengan menguraikan kebenaran pengetahuan.

Idealist Curriculum mempertahankan karakternya sebagai dasar disiplin ilmu idea dan intelektual, sedangkan sistem konseptual menjelaskan dan melandasi manifestasi dari yang absolut. Kurikulum idealis menduduki pokok penting disiplin ilmu yaitu filsafat dan teologi, hubungan terpenting antara manusia dengan Tuhan. Guru idealis harus memahami berbagai macam metode efektif untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Misalnya Socratic Dialogue, suatu proses dimana  guru bertindak dengan pengajaran ide-ide. Maksudnya, guru harus menanyakan pertanyaan yang dapat menstimulasi anak didiknya. Hal terpenting, murid-murid juga harus memahami dengan membaca buku sebelum memutuskan jawaban sehingga menghindari jawaban sederhana. Seperti pada perang dunia II, pemimpin Nazi harus dapat menjawab berbagai macam isu persoalan moral yang luas dengan menggunakan sistem analisis model. Guru merupakan model konstan karena ia merupakan perwujudan matang dari nilai-nilai budaya tertinggi.    





Pustaka :

·         Gutek Gerald L. 1988. Philosophical And Ideological Perspective On Education. United States Of America: Loyala University Of Chicago.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Liberalisme sebagai Konfrontasi Ideologi Pembentuk Peradaban

By: Prafira Laili Zahra NB:  Apabila anda mengutip tulisan dari Blog ini, harap  mencantumkan link  yang akurat untuk menghindari pla...