Senin, 25 Maret 2019

Philosophy and Love



By:
Prafira Laili Zahra

NB: 
Apabila anda mengutip tulisan dari Blog ini, harap mencantumkan link yang akurat untuk menghindari plagiarisme! Terimakasih. 





          

Berbicara  mengenai cinta, tidak bisa dipisahkan dari subjek filsafat. Cinta merupakan pribadi dalam banyak hal. Filsafat cinta menjadi gagasan bersifat pribadi yang dikonsepkan melalui komunikasi bahasa sebagai objek untuk menggambarkan suatu keadaan. Jenis ucapan dari bahasa dan filsafat dipertimbangkan dalam konteks permasalahan yang muncul.
Bahasa bukan merupakan sebuah sistem yang digambarkan secara terpisah dari pembicaraan kita, namun apa yang dimaksud dengan ungkapan kata-kata. Berfilsafat tentang cinta sebagai cara untuk mengklarifikasi pada diri sendiri bahasa cinta, penggunaannya, arti dan ekspresinya karena bahasa yang kita ungkap adalah sesuatu secara fundamental yang kita bagikan ke orang lain.
 Hubungan cinta dan emosi menjadikan identitas dan membuat makna baru. Emosi  melibatkan dimensi tubuh dan mental. Bahasa cinta sebagai bagian dari emosi memberi pandangan aspek psikologis dan epistemologis.
            Filsafat kontinental mengarahkan bahasa  menjadi sistem. Analisis konseptual dalam berfilsafat dapat mengungkapkan logika dasar dari bahasa sehingga ada tata aturan penggunaan bahasa yang benar. Pengalaman merupakan reaksi terhadap pengakuan berbahasa. Konsep tidak membatasi kebebasan pikiran kita, tapi memungkinkan pemikiran awal untuk merumuskan kalimat sebagai bentuk pengungkapan pikiran.
            Pemahaman diri dapat diperoleh melalui cerminan cinta. Bahasa cinta menekankan karakter yang terbuka melalui kreativitas untuk berbicara dan memahami situasi baru.  Perspektif yang berbeda berkontribusi pada pemahaman segala sesuatu.
            Cinta sangat penting bagi tindakan melakukan kebaikan, maka dari itu ia tidak bisa direduksi menjadi sesuatu hal yang menyenangkan. Kriteria kebenaran sebuah pernyataan sesuai dengan sesuatu dalam kenyataan.  Sikap berbeda menentukan masa depan, karena cinta melibatkan konfrontasi yang berbeda dari kenyataannya. Cinta adalah arti serta tujuan hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Liberalisme sebagai Konfrontasi Ideologi Pembentuk Peradaban

By: Prafira Laili Zahra NB:  Apabila anda mengutip tulisan dari Blog ini, harap  mencantumkan link  yang akurat untuk menghindari pla...