Jumat, 19 April 2019

JENIS-JENIS ETIKA


By:
Prafira Laili Zahra

NB: 
Apabila anda mengutip tulisan dari Blog ini, harap mencantumkan link yang akurat untuk menghindari plagiarisme! Terimakasih. 




1.Etika Deontologis
Menganggap bahwa perilaku atau tindakan itu dilakukan baik jika memang baik bagi diri sendiri dan wajib dilakukan. Apabila perilaku itu buruk, maka buruk juga secara moral dan bukanlah kewajiban yang herus dilakukan. Contoh : tindakan menghargai alam merupakan tindakan yang baik secara moral, maka manusia wajib melakukannya.
            Etika deontologis dalam perspektifnya terhadap prilaku seseorang menekankan pada motivasi kemauan yg baik dan watak yg kuat untuk melakukan kewajiban (Kraff).

2.Etika Teleologis
            Menilai suatu perilaku baik jika bertujuan baik dan menghasilkan sesuatu yang baik atau akibat yang baik, dan sebaliknya pula. Etika teleologis bersifat situasional (dengan situasi tertentu) dan sebjektif. Perilaku yg baik bisa berubah sesuai kondisi yg menghasilkan kebaikan pada saat itu. Contoh : seseorang membangun masjid, tapi tidak tahu uangnya dari mana. Ini adalah tindakan baik, namun kelemahannya dari teori ini adalah tanpa mempertimbangkan instrumennya, yang penting intrinsiknya baik. Teori ini dibenarkan walau melanggar norma dan nilai moral sekalipun.


           Teleologis dibagi menjadi dua, yaitu egoisme etis dan utilitarianisme.
a.     ---  Egoisme Etis
Menilai baik atau buruk suatu perilaku berdasarkan akibat bagi pelakunya dan dibenarkan untuk mengejar kebahagiaan terhadap dirinya sendiri. Contoh : Saya kuliah dengan rajin agar cepat selesai, tanpa bersosial dan melakukan pekerjaan, yang lain ditinggalkan agar sesuai harapan.
b.     --- Utilitarianisme
Menganggap baik atau buruk suatu tindakan berdasarkan akibatnya bagi banyak orang. Hal yg paling menonjol dari utilitarisme adalah manfaat bagi sebanyak mungkin orang yg terlibat dalam tindakan tersebut. Contoh : membangun masjid agar bisa digunakan untuk banyak orang.

3. Etika Keutamaan
            Pengembangan karakter moral setiap individu seperti kesetiaan, kejujuran, ketulusan dan kasih sayang. Menganggap orang bermoral atau berperilaku baik didasarkan pada pribadi moral. Orang yg bermoral berkepribadian moral utama berupa prinsip atau integritas yg tinggi.
            Etika keutamaan bukan hanya tindakan sesaat. Sesuatu yg dilakukan berulang-ulang, sehingga manusia bisa dikatakan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Liberalisme sebagai Konfrontasi Ideologi Pembentuk Peradaban

By: Prafira Laili Zahra NB:  Apabila anda mengutip tulisan dari Blog ini, harap  mencantumkan link  yang akurat untuk menghindari pla...