By:
Prafira Laili Zahra
NB:
Apabila anda mengutip tulisan dari Blog ini, harap mencantumkan link yang akurat untuk menghindari plagiarisme! Terimakasih.
1.Etika Deontologis
Menganggap bahwa perilaku atau tindakan
itu dilakukan baik jika memang baik bagi diri sendiri dan wajib dilakukan.
Apabila perilaku itu buruk, maka buruk juga secara moral dan bukanlah kewajiban
yang herus dilakukan. Contoh : tindakan menghargai alam merupakan tindakan yang
baik secara moral, maka manusia wajib melakukannya.
Etika
deontologis dalam perspektifnya terhadap prilaku seseorang menekankan pada
motivasi kemauan yg baik dan watak yg kuat untuk melakukan kewajiban (Kraff).
2.Etika Teleologis
Menilai suatu perilaku baik jika
bertujuan baik dan menghasilkan sesuatu yang baik atau akibat yang baik, dan
sebaliknya pula. Etika teleologis bersifat situasional (dengan situasi
tertentu) dan sebjektif. Perilaku yg baik bisa berubah sesuai kondisi yg
menghasilkan kebaikan pada saat itu. Contoh : seseorang membangun masjid, tapi
tidak tahu uangnya dari mana. Ini adalah tindakan baik, namun kelemahannya dari
teori ini adalah tanpa mempertimbangkan instrumennya, yang penting intrinsiknya
baik. Teori ini dibenarkan walau melanggar norma dan nilai moral sekalipun.
Teleologis dibagi menjadi dua, yaitu
egoisme etis dan utilitarianisme.
a. --- Egoisme
Etis
Menilai baik atau buruk
suatu perilaku berdasarkan akibat bagi pelakunya dan dibenarkan untuk mengejar
kebahagiaan terhadap dirinya sendiri. Contoh : Saya kuliah dengan rajin agar
cepat selesai, tanpa bersosial dan melakukan pekerjaan, yang lain ditinggalkan
agar sesuai harapan.
b. --- Utilitarianisme
Menganggap baik atau
buruk suatu tindakan berdasarkan akibatnya bagi banyak orang. Hal yg paling
menonjol dari utilitarisme adalah manfaat bagi sebanyak mungkin orang yg
terlibat dalam tindakan tersebut. Contoh : membangun masjid agar bisa digunakan
untuk banyak orang.
3. Etika Keutamaan
Pengembangan karakter moral setiap
individu seperti kesetiaan, kejujuran, ketulusan dan kasih sayang. Menganggap
orang bermoral atau berperilaku baik didasarkan pada pribadi moral. Orang yg
bermoral berkepribadian moral utama berupa prinsip atau integritas yg tinggi.
Etika keutamaan bukan hanya tindakan
sesaat. Sesuatu yg dilakukan berulang-ulang, sehingga manusia bisa dikatakan
baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar