by :
Prafira Laili Zahra
NB:
Apabila anda mengutip tulisan dari Blog ini, harap mencantumkan link yang akurat untuk menghindari plagiarisme! Terimakasih.
Selat Hormuz memiliki lebar lima puluh
empat kilometer dan memisahkan Iran dan Uni Emirat Arab. Berada di Teluk Oman
dan Teluk Persia. Perairan ini merupakan akses satu-satunya pengiriman minyak
ke seluruh penjuru dunia. Menariknya, Hormuz menjadi perairan strategis dan
spesial karena sebagai pengendali pusat stabilitas perminyakan. Disisi lain, di
atas permukaan air Hormuz mengalir belasan barel minyak, bahkan di udarapun
mengambang kebutuhan minyak dunia.
Novel
ini memiliki gejolak politik antar negara yang tinggi, termasuk konfrontasi di
dalamnya. Bagaimana tidak, hampir seluruh aspek penting kehidupan berkaitan
dengan perairan ini termasuk menjadi harapan masyarakat dunia modern. Negara
besar tak mau kalah untuk mengkolonialisasi perairan tersebut melalui jalur
politik. Jika dicermati, dalam kurun waktu yang sangat lama terjadi perpindahan
hak otonomi misalnya sebelum abad ke-20 perairan ini dikuasai oleh imperialisme
barat (Inggris). Menjelang sepertiga abad dua puluh, Iran mengambil alih
pemerintahan; peran inggris di ambil alih oleh Amerika dan menjadikan selat
Hormuz sebagai bagian teritorial keamanan nasionalnya. Ditambah dengan
pengembangan senjata nuklir oleh Iran yang diwaspadai Israel termasuk vatikan
yang menganjurkan kekuasaan tunggal. Legitimasi politik dari adanya konfigurasi
untuk menempati posisi teratas memerintah Selat Hormuz membuat konflik semakin intractable dan membuka celah krisis
politik ekonomi.
Ali
Khadafi, seorang simbolog menerima selembar kertas tipis dari seseorang yang
tidak ia kenal (Mister Mustafa Heifi), ribuan teka-teki hadir dalam pikirannya
hingga tak terasa ia memulai permainan mengejutkan. Profesor Karina Lombard,
seorang filantrop dan ahli simbologi memiliki hubungan erat dengan Khadafi.
Lombard di anggap sebagai guru besar sekaligus wanita cerdas. Setelah
menyemakkan kejadian yang di alami, tanpa sengaja ia dipertemukan dengan
seorang gadis ahli kriptologi, Zhema Botuoty namanya. Kejadian tak terduga
hadir dalam setiap langkah mereka, tidak ada yang tahu siapa yang benar dan
dapat dipercaya; yang mereka tahu dari setiap problem di hadapannya adalah krisis
Selat Hormuz dipastikan menjadi alih-alih krisis multikompleks.
Bangunan
arsitektur eropa menjadi tempat mengerikan, bukan dalam hal ruang namun
kejadian dimana Profesor Karina Lombard dibunuh dan tuduhan mengarah kepada
Khadafi. Seorang agen savama, Akbar Sulamieh mengintrogasi dan mengaitkan
Khadafi dengan krisis Selat Hormuz. Keganjalan mulai muncul di benak Khadafi,
bahwa Akbar Sulameh hanya memainkan permainan untuk mendapatkan kertas itu.
Pada bagian ke sebelas, ada dua kejadian bersamaan yang menjadi perhatian,
pertama seorang dokter bernama Rashef Sadary yang mengobati Profesor Karina
Lombard dengan sengaja mengkonversi pertanyaan acak mengenai hubungannya dengan
Heifi. Kedua, di kota suci Qom seorang dokter datang kepada Mahmod Khuzainy
(orang yang merencanakan pembunuhan Karina Lombard) untuk membunuhnya. Terbunuhnya
pemimpin tertinggi spiritual Iran Ayatollah Bazandari juga dipertanyakan. Keresahan
kian menjadi, firasat tercampur-aduk oleh kejadian-kejadian tak logis, termasuk
Khadafi ketika oleh Profesor Karina diperintahkan untuk segera membuka kertas
yang sangat tipis, bisa dikatakan transparan dan rapuh. Pikirannya semakin
abstrak ketika ia memikirkan alasan mengapa Profesor Karina menitipkan kertas
itu kepadanya.
Pada
bagian ke enambelas, untuk memecahkan sandi (berisi angka) di kertas itu,
Khadafi meminta Maryam Dalileh, seorang kepala Gereja Saint Tatavous agar
membantunya. Sebagai awal pemecah sandi, kata kunci menjadi jawaban penting,
pengalaman dan pembahasan spesifik yang di alami Khadafi menjadi sangat
bermakna. Kegusuran tampak jelas di raut wajah Khadafi, setelah menemukan
jawaban simbol tersebut yang berarti menujuk objek kapal tanker dengan kode
MV.JUBBA.XX, ia segara bergegas keluar meninggalkan perpustakaan gereja.
Di
akhir cerita dijelaskan penulis bahwa Profesor Karina Lombardlah yang ada di
balik tragedi-tragedi tersebut dengan alasan memoar bahwa anak perempuan bernama Emile Graz lahir pada Minggu,
20 Juni 1941, dua hari sebelum Adolf Hitler membagi 30 divisi angkatan
bersenjata menjadi 3 kesatuan untuk melakukan invansi militer ke Rusia dengan
membawa pasukan “pembersih” SS untuk menyapu bersih orang komunis dan Yahudi.
Kedua orangtua Emile merupakan keturunan Yahudi Jerman (Albert Schument) dan
Yahudi Israel (Eliyah Krots). Kemudian Eliyah Krots (ibu dari Emile) ditangkap
tentara Nazi Jerman, tragedi yang menyisakan pengalaman pahit, memedihkan dan
penyiksaan. Memoar kesaksiannya
ditulis dalam lima puluh halaman penuh.
Profesor Karina Lombard ingin memperlihatkan
keunggulan bangsa Yahudi, dan itu semua dimulai dari Selat Hormuz. Saat sampai
di Selat Hormuz, Profesor Karina Lombard sudah memegang remote control menatap kapal tanker dengan kode yang sama untuk
menghancurkannya. Naas, ia tertembak oleh Sulameh. Tak disangka bahwa yang ada
didalam kapal itu adalah tim antiteror dunia.